Prof. Ali Munhanif Prihatin Buta Aksara Al-Qur’an, Sambut Antusias Kehadiran LPQQ Indonesia

Jakarta, 30 Juni 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LPQQ Indonesia melakukan audiensi dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., pada Selasa pukul 13.30 WIB. Pertemuan berlangsung di Ruang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Gedung Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Audiensi tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus membahas peluang kerja sama dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di lingkungan mahasiswa.
Rombongan DPP LPQQ Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua Umum LPQQ Indonesia, KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi, didampingi Sekretaris Jendera Ust. Ibrahim, H. Arif, Ust. Agus Hidayat, Lily Alfiah, Ust. Jamiludin, Try Ajie Wijayanti, Ust. Hilal, dan Umi Herlina.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi menyampaikan pentingnya membangun sinergi antara LPQQ Indonesia dengan perguruan tinggi, khususnya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau berharap para santri dan mahasiswa dapat diberdayakan sebagai Duta LPQQ di kalangan mahasiswa sehingga mampu menjadi pelopor dalam gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal LPQQ Indonesia, ust. Ibrahim, menjelaskan bahwa LPQQ merupakan Lembaga Pembelajaran Qiraatil Qur’an Indonesia yang didirikan oleh KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia melalui metode Klasikal yang terstruktur dan mudah dipelajari.
Turut hadir mendampingi Wakil Rektor, Staf Wakil Rektor Muhammad Syarif Nasution serta Mohammad Furqon dari Bidang Kemahasiswaan. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta memiliki sekitar 22 organisasi kemahasiswaan, termasuk organisasi Himpunan Qori dan Qoriah (HIQMA) yang menjadi wadah pengembangan bakat mahasiswa di bidang seni baca Al-Qur’an.
Selain itu, pada bulan Agustus mendatang UIN akan melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru. Tahun ini, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima sekitar 10.000 mahasiswa baru, yang seluruhnya diwajibkan memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an sebagai bagian dari kompetensi dasar mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Ali Munhanif mengaku prihatin masih adanya mahasiswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Oleh karena itu, beliau menyambut baik kehadiran LPQQ Indonesia dan menilai program-program yang dimiliki LPQQ sangat relevan untuk mendukung pembinaan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di lingkungan kampus.
Beliau juga berharap sinergi antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan LPQQ Indonesia dapat terjalin secara berkelanjutan, bahkan berlangsung dalam jangka panjang, minimal lima hingga sepuluh tahun ke depan, sehingga mampu melahirkan generasi mahasiswa yang unggul, berkarakter, serta memiliki kompetensi membaca dan memahami Al-Qur’an dengan baik.
Pertemuan berlangsung hangat, penuh semangat kolaborasi, dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti peluang kerja sama dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi.
