SERANG, 7 Maret 2026 – Lembaga Pembinaan Qiroatil Qur’an (LPQQ) Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an sekaligus pengelolaan Kelompok Belajar Mengaji Al-Qur’an (KBMA) tingkat Provinsi Banten pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan mengaji yang digalakkan secara luas di berbagai daerah.

Bimtek tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua DPD LPQQ Kota Serang KH Mukhriji, Ketua Umum LPQQ Banten KH Mahbub Sholeh Zarkasyi, Ketua Satgas Mengaji Kota Serang KH Enting, Ketua LPTQ Banten Prof. Dr. Soleh Hidayat, M.Pd., serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Kanwil Kementerian Agama Banten, dan BAZNAS. Peserta kegiatan berasal dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Ketua DPD LPQQ Kota Serang, KH Mukhriji, menjelaskan bahwa Bimtek ini ditujukan bagi para mu’alim atau guru mengaji agar memiliki pemahaman dan kemampuan manajemen dalam menggerakkan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.

Menurutnya, para peserta akan mendapatkan materi dan pembekalan dari para tutor yang nantinya dapat ditransformasikan kembali kepada masyarakat melalui kegiatan pembelajaran di KBMA atau kelompok belajar mengaji.
“Para mu’alim akan menerima pembekalan dari tutor, kemudian ilmu tersebut disampaikan kembali kepada para santri atau masyarakat melalui kelompok belajar mengaji Al-Qur’an di daerah masing-masing,” ujarnya.

W
Selain Bimtek, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD LPQQ Kota Serang yang untuk pertama kalinya dilaksanakan.
Mukhriji menuturkan, gerakan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap masih tingginya angka masyarakat Muslim yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

“Berdasarkan berbagai data, sekitar 65 persen masyarakat Muslim masih belum bisa membaca Al-Qur’an. Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum LPQQ Banten KH Mahbub Sholeh Zarkasyi menegaskan bahwa Bimtek ini bertujuan memperkuat manajemen gerakan nasional pengentasan buta aksara Al-Qur’an sekaligus menyamakan persepsi di antara para penggerak program.
Ia mengungkapkan, fakta di lapangan menunjukkan angka buta aksara Al-Qur’an masih cukup tinggi di berbagai kalangan masyarakat.

“Beberapa data menyebutkan sekitar 65 hingga 72 persen masyarakat belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Bahkan di kalangan mahasiswa, angkanya bisa mencapai sekitar 91 persen,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, LPQQ berharap tercipta sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Banten.
Gerakan tersebut nantinya akan menyasar berbagai kelompok masyarakat melalui kegiatan majelis taklim, karantina mengaji, pesantren kilat, serta pembentukan kelompok belajar mengaji di tingkat desa dan lingkungan masyarakat.

Beliau juga menekankan pentingnya peran para mu’alim dalam gerakan ini. Menurutnya, para guru mengaji memiliki peran strategis dalam membangun kemampuan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Para mu’alim Al-Qur’an harus kita hormati dan muliakan, karena melalui merekalah masyarakat dapat belajar dan memahami Al-Qur’an,” ujarnya.
Melalui Bimtek ini, LPQQ Banten berharap gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dapat berjalan lebih terstruktur, terarah, dan berkelanjutan sehingga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas di seluruh wilayah Provinsi Banten.

LPQQ Banten Gelar Bimtek Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *